Jumat, 11 September 2015

Penggemukan Sapi Potong Pola HCS




Penggemukan sapi potong baik skala usaha kecil maupun besar sekarang banyak diminati oleh kalangan  investor, besarnya investasi tidak jadi soal jika keuntungan akan lebih baik yaitu dengan  cara perawatan intensif, management ternak, lokasi yang cocok dan bibit unggul yang tepat. Usaha ternak sapi disini tidak sama dengan peternak dengan pola tradisional yang hanya tergolong ternak sambilan  jadi hasilnya juga tidak tertarget dengan jelas. Dengan demikian PT Hidup Cerah Sejahtera memberikan solusi cara beternak sapi potong agar tercapai kuantitas, kualitas dan memberi manfaat bagi kelestarian lingkungan. Baiklah langsung kita mulai dari :

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan. Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat. Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahanbahan lainnya. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5×2 m atau 2,5×2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8×2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5×1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m). Kandang untuk pemeliharaan sapi harus bersih dan tidak lembab. Pembuatan kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan pokok yang meliputi konstruksi, letak, ukuran dan perlengkapan kandang.

a) Konstruksi dan letak kandang

Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Maksudnya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing
sapi mudah mengalir ke luar lantai kandang tetap kering.
Bahan konstruksi kandang adalah kayu gelondongan/papan yang berasal
dari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak
terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar.
Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah air minum yang
bersih. Air minum diberikan secara ad libitum, artinya harus tersedia dan
tidak boleh kehabisan setiap saat.
Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter
dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang. Pembuatan
kandang sapi dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah/ladang.

b) Ukuran Kandang

Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5×1 m.

c) Perlengkapan Kandang

Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai.

Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur didalamnya. Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa dipakai untuk memandikan sapi.

2. Pembibitan

Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:
a) Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.
b) Matanya tampak cerah dan bersih.
c) Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
d) Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
e) Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
f) Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
h) Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
i) Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.

Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:
1) tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.
2) kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
3) laju pertumbuhannya relatif cepat.
4) efisiensi bahannya tinggi.

3. Pemeliharaan

Pemeliharaan sapi potong mencakup penyediaan pakan (ransum) dan pengelolaan kandang. Fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah :
a) Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari.
b) Mempermudah perawatan dan pemantauan.
c) Menjaga keamanan dan kesehatan sapi.
Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga. Makin baik mutu dan jumlah pakan yang diberikan, makin besar tenaga yang ditimbulkan dan masih besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk daging.

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas.

2. Pemberian Pakan

Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Di sini PT HCS berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pakan agar tercapai hasil yang maksimal.

Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari yaitu dengan pemberian konsentrat setiap pagi dan sore


Cara membuat konsentrat pakan sapi adalah sebagai berikut:

1. SERAT KASAR 50 % / 35 %

debok
enceng gondok
tebong2 basah
JERAMI LAINNYA YG BASAH (pilih salah satu)

2. PROTEIN         35 % / 50 %      

 ampas bir
ampas tahu
kleci
kopra
(pilih salah satu)

3. KARBONHIDRAT  15 %            

Jagung
Ampas telo
Onggok
Bekatul
(pilih salah satu)

4. TETES TEBU  /  GULA  1 ons untuk bahan 100 kg + NANAS  1 %

5. GARAM DAPUR  1 %

6. AIR BERSIH 1 ltr

7. SOC 3-6 tutup

Cara pembuatannya: cacah bahan serat dan campurkan ketiga jenis bahan yaitu serat, protein dan karbohidrat lalu di beri larutan SOC yang telah di beri larutan tetes tebu/gula pasir + nanas kemudian taburkan garam dapur diatasnya dan aduk sampai rata selanjutnya kita fermentasi selama 3 jam.
Setelah jadi pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan istilah kereman. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% – 2% dari berat badan. Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman. Menurut keadaannya.

 jenis hijauan  dapat kita berikan untuk pakan tambahan, hijauan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu:

hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.
Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar.
Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase. Secara singkat pembuatan silase ini dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll.
Pemeliharaan Kandang
Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar.Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.


I. Investasi pada sapi PO kebutuhan hari biasa

Berikut ini contoh analisa usaha budidaya penggemukan sapi :



Asumsi-asumsi :

Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 6 ekor jenis PO dengan harga awal Rp. 7.000.000/ekor dan berat badan sekitar 250 kg/ekor
Sapi dipelihara selama 6 bulan dengan penambahan berat badan sekitar 1 kg/ekor/hari
Kandang yang dibutuhkan seluas 30 M2 dengan biaya Rp. 400.000/M2
Penyusustan kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10 %
Sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp. 60.000/ekor/periode
Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 500.000/bulan
Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000
Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp. 200/kg
Pakan yang diperlukan untuk satu periode
HMT 40 kg x 6 x 180 x Rp.100
Konsentrat 3 kg x 6 x 180 x Rp. 650
Pakan tambahan 3 kg x 6 x 180 x Rp. 200
A. MODAL USAHA

Biaya Investasi

1. Pembuatan kandang 30 M2 x Rp. 400.000                                    Rp. 12.000.000

2. Peralatan kandang                                                                         Rp.  500.000

Biaya Variabel

1. Sapi bakalan 6 x Rp. 7.000.000                                                   Rp. 42.000.000

2. HMT                                                                                              Rp.   4.320.000

3. Konsentrat                                                                                   Rp.   2.106.000

4. Pakan Tambahan                                                                        Rp.      648.000

Total Biaya Variabel                                                                        Rp. 49.074.000

Biaya Tetap

1. Tenaga Kerja 1 orang x 6 x Rp. 500.000                                       Rp.  3.000.000

2. Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000                              Rp.  1.200.000

3. Penyusutan peralatan                                                                   Rp.     250.000

Total Modal Tetap                                                                    Rp.   4.450.000

TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp. 49.074.000 + Rp. 4.450.000 = Rp. 53.524.000

B. PENERIMAAN

Penjualan sapi dan kotoran

Penambahan berat badan 1 kg x 180 = 180 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 430 kg, untuk berat keseluruhan adalah 6 x 430 kg = 2.580 kg dengan harga Rp. 32.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 82.560.000

· Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000

TOTAL PENERIMAAN = Rp. 82.560.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 83.760.000

KEUNTUNGAN = Rp. 83.560.000 – Rp. 53.524.000 = Rp. 30.236.000

B/C Ratio = Rp.83.560.000 : Rp. 53.524.000 = 1.56

( artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 156 )

BEP ( Break Even Point )

1. BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total

= Rp. 53.524.000 : 2.580

= Rp. 20.745 / kg

2. BEP Volume Produksi = Total biaya produksi : Harga jual

= Rp. 53.524.000 : Rp.32.000/kg

= 1.673 kg

Artinya usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai berat badan 1.673 kg atau harga jual Rp. 20.745/kg


II. Investasi pada Sapi PO kebutuhan Hari Raya Qurban / Idul Adha

Untuk Sapi PO patokan harga yang biasanya dipakai adalah harga taksiran, harga sapi PO pada saat Idul Adha bervariasi mulai dari Rp. 9,000,000 – Rp. 15,000,000.

Semakin mendekati hari Raya Qurban harga sapi semakin melambung, selain itu banyak pula beredar sapi yang ditawarkan dengan harga terlalu tinggi. Untuk hal tersebut kami menawarkan system pembelian sapi PO kebutuhan hari raya Qurban dengan system booking.

Melalui system booking, konsumen bisa mendapatkan sapi kebutuhan hari raya Qurban dengan kualitas bermutu dan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli pada pedagang umum di hari raya qurban.

Penambahan berat badan 1 kg x 180 = 180 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 430 kg, untuk berat keseluruhan adalah 6 x 430 kg = 2.580 kg dengan harga Rp. 37.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 95.460.000

Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000

TOTAL PENERIMAAN = Rp. 95.460.000  + Rp. 1.200.000 = Rp. 96.660.000

KEUNTUNGAN = Rp.96.660.000 – Rp. 53.524.000 = Rp. 43.136.000

B/C Ratio = Rp. 96.660.000 : Rp. 53.524.000 = 1,8

( artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 180 )

BEP ( Break Even Point )

1. BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total

= Rp. 53.524.000 : 2.580

= Rp. 20.745 / kg

2. BEP Volume Produksi = Total biaya produksi : Harga jual

= Rp. 53.524.000 : Rp.37.000/kg

= 1.446 kg

Artinya usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai berat badan 1.446  kg atau harga jual Rp.20.745 /kg






Beli SOC Gratis jadi Mitra HCS




Beli SOC gratis menjadi Agen/mitra HCS hanya di stockisthcs.com, kami melayani penjualan untuk di kirim ke berbagai kota se-Indonesia, baik Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Lombok, jayapura, samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung selor, Palu, Manado, Gorontalo, Makasar, Kendari, Aceh, Medan, Padang, Bengkulu, Jambi, Riau, Pekanbaru, Lampung, Palembang dan kota-kota Lainnya.

Apa itu SOC? Apa manfaat dan kegunaan SOC?
Suplemen Organik Cair atau biasa disebut SOC adalah produk andalan PT HCS. SOC merupakan suplemen khusus dari dari HCS yang bermanfaat dan biasa digunakan untuk menyehatkan binatang ternak Anda. SOC paling sering digunakan sebagai fermentor, yakni membuat pakan fermentasi ternak kambing, sapi, dan lain-lain. SOC juga digunakan pencampur minuman ternak.

Di samping membantu meningkatkan antibodi hewan ternak Anda sehingga hewan ternak tidak mudah sakit, lebih dari itu, SOC juga terbukti mampu membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda dan mengurangi angka resiko kematian di hewan ternak. Pengguna SOC di seluruh Indonesia telah diuntungkan dalam hal pembiayaan/pengeluaran selama produksi dan perawatan memanfaatkan produk SOC.


Dapatkan Gratis menjadi Mitra/Agen HCS setiap pembelian SOC di stockist HCS kami. Berikut adalah daftar harga SOC :

Beli 1 botol SOC harga Rp. 120.000
Beli 2 botol harga @ Rp 110.000
Beli 4 botol harga @ Rp 100.000
Beli 8 botol harga @ Rp 95.000
Beli 12 botol harga @ Rp 85.000 (Gratis menjadi Mitra HCS)
Beli 24 botol harga @ Rp 70.000 (Gratis menjadi Mitra HCS)
Beli 30 botol harga @ Rp 60.000 (Gratis menjadi Mitra HCS)
Ongkos kirim menjadi tanggungan pembeli
Pembelian minimal 12 botol gratis menjadi Agen/mitra HCS

Silahkan Hub : 0852 7472 2007
Bb pin : 54A804E0

Ternak Lele Dengan Pakan Organik





Beternak lele dengan pakan organik lebih murah dan hemat dibanding dengan membeli pakan / pelet dari toko selain harganya mahal semakin hari juga harganya terus mengalami kenaikan sehingga peternak jarang sekali mendapat untung dan akhirnya malas bahkan banyak yang gulung tikar. Untuk itu kami sebagai Mitra HCS ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang beternak lele organik tanpa beli pakan / pelet dengan biaya yang lelatif murah dan terjangkau hasilnya tidak kalah dengan beternak lele dengan cara biasa. Oke mari kita mulai pembahasan tentang ternak lele pakan organik.

Cara pembuatan pakan ternak lele dengan fermentasi :

1.    Pembuatan pakan ternak lele untuk 1 – 29 hari

A.   Bahan – bahan yang diperlukan Antara lain :

(1)  Kotoran ternak yang diberi pakan fermentasi SOC (90%)
(2)  Limbah sayuran (5%)
(3)  Ampas tahu (5%)
(4)  Gula pasir (1 ons)
(5)  Bakteri matrix direkomendasikan SOC HCS (20 tutup)

B. Cara pembuatan pakan fermentasi

Campurkan semua bahan : kotoran ternak, limbah sayuran dan ampas tahu aduk sampai rata tambahkan larutan air + SOC yang ditambah gula (Dengan perbandingan 15 lt air : 5 tutup SOC : 200 gr gula pasir) kedalam semua bahan lalu masukan kedalam karung goni dan ditutup rapat dengan perpal diamkan selama 24 jam (buat sebanyak 6 karung goni untuk 1 kolam). Setelah itu bahan yang telah di fermentasi dimasukan air kolam dengan ketinggian 30 cm , untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan. Setelah 15 hari dalam kolam, maka air kolam telah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari dan benih siap ditebarkan dalam kolam. Jangan lupa, sehari sebelum benih ditaburkan, berikan larutkan SOC HCS dengan perbandingan : per 2 m³ dengan 1 tutup botol SOC.

C. Cara menaburkan benih kedalam kolam dengan pakan fermentasi :

Siapkan 3 ember, ember pertama diisi larutan formalin/alkolhol 20% ditambah air secukupnya, ember kedua isi larutan SOC ditambah air secukupnya (perbandinga 1 tutup botol SOC : 20 lt air), ember ketiga diisi dengan air kolam yang akan ditabur dengan benih lele.caranya sebagai berikut:

Siapkan benih lele yang akan di tebar, angkat air dengan saringan ikan
Secepatnya celupkan ke dalam air larutan formalin/alcohol 20%
Lalu celupkan pada ember ke 2 dengan larutan SOC HCS, lalu angkat.
Masukkan ke dalam ember ke tiga yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa menyesuaikan diri dengan suhu air kolam.
Masukkan perlahan ke dalam kolam pembesaran.
Anda tak perlu memberi makanan apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan SOC HCS pada minggu ke-2 dan ke-4.
Setelah umur 29 hari, angkat ke enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air ditambah sekitar 20 cm.
2.    Pembuatan Pakan Ternak Lele umur 30 hari sampai panen

a.   Bahan-bahan untuk mebuat pelet apung :

Kotoran ternak yang sudah menggunakan SOC (35%)
Ampas tahu (25%)
Bekatul (25%)
Dedaunan (5%)
Terasi (10%)
Gula pasir (100 gr)
Bakteri matrix SOC HCS ( 10 tutup)



b.   Cara pembuatan pelet Apung

Masukkan semua bahan kedalam bak tambahkan larutan SOC (dengan perbandingan 3 tutup SOC : 10 lt air) aduk-aduk dan diamkan selama 24 jam untuk proses fermentasi. Setelah jadi pakan siap di berikan. Untuk lebih jelasnya tonton dulu video berikut ini :


Cara pemanenan ternak Lele Organik

Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.

Keuntungan Ternak Lele Dengan Pakan Organik :

Hemat biaya pakan dan perawatan
Bobot ikannya lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi
Kolam lebih bersih dan tidak bau
Air kolam tidak perlu diganti
Rasa ikannya lebih gurih dan aman bagi kesehatan
Nilai gizinya lebih tinggi dan rendah kolesterol
Air bekas ternak lele dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik
Memberi  berkah bagi peternak lain karena memakai kotoran ternak sapi, kambing maupun ayam.
Kenapa ternak ikan lele pakan organik lebih hemat biaya? sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pelet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000 . Sedangkan membuat sendiri pakan lele organic, hanya perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram. Perbandingan : Untuk 1 ton ikan lele siap konsumsi, pakan yang dibutuhkan jika menggunakan pelet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik Cuma membutuhkan sekitar 230 kilogram.

Kenapa dengan ternak lele pakan organik lebih berbobot dibanding yang biasa? Sebab dilihat dari hasil Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor, dengan besaran fisik yang sama.

Masih penasaran bagaimana ternak ikan lele organik, kuncinya yaitu gali terus ilmunya, paktekkan pengalamannya dan kalau sudah bisa amalkan ilmunya insyallah tambah barokah.

Bagi rekan-rekan peternak maupun calon peternak yang ingin mendapatkan bahan bakteri matriknya (SOC HCS) bisa Anda dapatkan hanya di Stockist HCS !

Membuat Pakan Ternak Kambing Terbaik




Teknik modern membuat pakan ternak dengan menggunakan limbah jerami, pohon pisang (debog pisang), bungkil kedelai dan lain-lain merupakan faktor keberhasilan dalam beternak kambing walaupun tidak bisa melupakan faktor lain seperti cara pemilihan bibit, cara membuat kandang, kalkulasi/managemen dalam beternak dan masih banyak lagi faktor yang menentukan atas keberhasilan dalam beternak.

Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat pakan ternak dengan fermentasi karena factor ini merupakan factor yang paling dominan diantara yang lainnya. Walaupun cara ini dibuat dengan sederhana namun hasilnya sangat luar biasa dan terbukti bisa menaikan berat badan ternak sekitar 2 – 4 kg dalam waktu 10 hari. Baiklah mari kita mulai cara membuat pakan ternak kambing dengan fermentasi.

siapkan alat-alat untuk membuat pakan ternak :

Pisau/gobang
Ember dan drum plastik
Perpal
Dan lainnya yang mungkin diperlukan.
Bahan yang diperlukan dalam membuat pakan ternak kambing :

Ampas ketela/singkong kering, tepung jagung, katul untuk memenuhi karbohidrat.
Ampas kecap, Ampas tahu, Kulit kedelai, Kulit kacang hijau, Bungkil untuk memenuhi kebutuhan Protein.
Segala macam Jerami (untuk membuat pakan kering), pohon pisang (untuk membuat pakan basah), segala macam rumput, Rapak tebu/daduk, Rendeng kedelai, kangkung dan lain-lain untuk memenuhi suber serat.
Gamping, Cangkang telur, tepung tulang, Garam untuk memenuhi  Mineral dan Kalsium.
SOC (Suplemen Organik Cair) sebagai probiotik.
Tetes tebu atau Gula pasir perbandingan 1 : ¼ sebagai sumber energy
Air
Komposisi dalam pembuatan pakan kambing per kwintal bahan utama :

Bahan-bahan Berat/takaran Bahan-bahan Berat/takaran
Jerami / pohon pisang                 100 kg
Tetes Tebu/Gula pasir                  4 ons/1 ons
Ampas Tahu                                         15 kg
SOC                                                     30 cc(3 tutup botol SOC)
Katul/Dedak                                         3 kg
Air                                                         ±10 Liter
Garam                                                    ¼ kg


Cara membuat Fermentasi Pakan Ternak :

Jerami / Pohon Pisang dipotong-potong/dicacah
Campurkan Jerami / pohon pisang, Ampas tahu dan Katul
Masukkan SOC kedalam 1 liter air, campur gula pasir dan parutan nanas 1 buah, aduk dan diamkan selama 15 menit, kemudian masukan kedalam air ±10 liter lalu siramkan kedalam pakan secara merata, kemudian taburkan garam dan aduk lagi hingga tercampur rata.
Masukan Pakan kedalam drum plastic lalu tutup dengan terpal kedap udara selama 24 jam jika menggunakan bahan jerami (Kering) dan jika menggunakan bahan pohon pisang (Basah) cukup 1-3 jam.
Pakan siap untuk diberikan pada ternak kambing atau sapi setiap pagi dan sore.Catatan: Jumlah air untuk fermentasi basah (gedebog) cukup 1 liter dan jumlah air untuk fermentasi kering (jerami) sebayak 10 liter.


Cara memberikan pakan ternak hasil fermentasi :

1-7 hari tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah di semprot dengan SOC
Pada 8 harinya ternak kambing / sapi diberi pakan fermentasi pada sore hari, bila masih kurang semangat tambahkan pakan biasa.
Selanjutnya ternak kambing /sapi akan normal dengan pakan fermentasi.
Kalau sudah bisa makan dengan lahap maka badan kambing / sapi akan cepat bertambah gemuk dan biasanya dalam pemeliharaan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan waktu penjualan maka sekarang cukup membutuhkan waktu sekitar 3 bulan setelah diberikan pakan fermentasi.
Keuntungan diberi pakan Ternak Hasil fermentasi :

Bobot ternak cepat bertambah berat, gemuk dan sehat
Dagingnya rendah kolesterol dan tidak prengus
Kotorannya tidak bau sehingga tidak menggangu lingkungan sekitarnya.
Urine dan kotorannya dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik, jika kita memelihara sebanyak 20 ekor kambing dan diberi makan dengan fermentasi SOC maka kotorannya bisa dipakai untuk pupuk satu hektar sawah jadi kita menanam padi tanpa beli pupuk, tanpa hama karena dalam membuat komposnya kita beri PHEFOC dan tanpa matun.
Akhirnya pembahasan tentang membuat pakan ternak kambing / sapi tuntas sudah semoga artikel ini bermanfaat bagi seluruh peternak dan calon peternak maupun petani. Salam hangat dari Kami. Go Organik.. GoSuccess..!! Dengan pertanian berkelanjutan menuju Hidup Cerah Sejahtera.

Bagi rekan – rekan peternak yang membutuhkan produk SOC HCS untuk membuat pakan ternak bisa Anda dapatkan hanya di Stockist HCS !



Selasa, 08 September 2015

Suplemen Organik Cair atau SOC HCS



Suplemen Organik Cair atau SOC HCS produk dari PT HCS, merupakan suplemen organik terbaik khusus untuk binatang ternak Anda. Dengan SOC, Anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan karena mampu mempercepat pertumbuhan ternak pedaging dan meningkatkan kesuburan ternak petelur.


Manfaat Penggunaan SOC HCS

Membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda.
Meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.
Mengurangi angka kematian hewan ternak
Memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak.
Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging,
Selain meningkatkan produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan hewan ternak.
SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan
Mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lain seperti kambing dan sapi.




Cara Penggunaan SOC HCS
JENIS TERNAK       TAKARAN       TEKNIK APLIKASI
Unggas (ayam, itik) 2,5 cc atau 1/4 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Kambing 5 cc atau 1/2 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Sapi 10 cc atau 1 tutup botol SOC + 16 liter air 2 x sehari

Cara Fermentasi Jerami dengan menggunakan SOC HCS
Bahan jerami sebagai media, terlebih dulu difermentasikan dengan 30 cc atau 5 tutup botol SOC yang sudah dilarutkan dengan 45 liter air (boleh ditambah 1 tutup botol agar hasil maksimal). Ditambah dengan bekatul untuk merapatkan jerami agar hasil fermentasi sempurna. Jerami sebanyak 150 kg yang sudah diperlakukan (disemprotkan) dengan larutan di atas, lalu ditutup rapat selama 24 jam.
Dapatkan segera Suplemen Organik Cair (SOC) HCS untuk hewan ternak Anda hanya di RukhanStore !! Dan dapatkan juga pelatihan gratis  Berternak Tanpa ngarit, Angon dan bebas bau kotoran hanya dengan pola HCS.